welcome

Sabtu, 12 Mei 2012

TO JOGJA WITH LOVE (Trilogi) Part 2


PART 2: KEAJAIBAN OMBAK, ANGIN DAN PASIR PUTIH


TAK TERASA KAMI SAMPAI JUA
DI TUJUAN YANG TELAH DIRENCANAKAN
KEPUASAN MELIHAT HAMPARAN PANORAMA
MAMPU MEMBUANG SEMUA LETIH

SUARA PECAHAN OMBAK MENABRAK KARANG
DISERTAI ANGIN MENIUP PELAN
SEAKAN BERBISIK MEYAMBUT KAMI
MASUK KEDALAM KEINDAHAN KARYA TUHAN

BARCANDA BERSAMA DI TEPI PANTAI
MENYINGKIRKAN PENAT DALAM DADA
BERJALAN BERGANDENGAN DI GARIS PANTAI
TAK MAMPU KAMI MENAHAN SENYUM

TAK INGIN AKU BERKEDIP MEMANDANG RAMBUTMU
YANG KAU BIARKAN TERURAI TERSAPU ANGIN
JEMARIKU TAK MAMPU MENGELAK
UNTUK MERASAKAN HANGATNYA SENTUHANMU

TERDENGAR ORANG-ORANG TERTAWA LEPAS
BERLARIAN DI ATAS PASIR PUTIH
TERDENGAR ORANG-ORANG BERTERIAK KEGIRANGAN
BERCANDA BERSAMA OMBAK YANG MENGGULUNG

AKU HANYA MAMPU BERANDAI- ANDAI
INGINKU SELAMANYA SEPERTI INI
JAUH DARI KEBISINGAN KOTA
MERASA NYAMAN DI DEKAPAN SANG ALAM

Sabtu, 05 Mei 2012

TO JOGJA WITH LOVE (Trilogi)

PART 1 : RESTU IBU



KU BUKA MATA SAAT FAJAR MENYINGSING
HARAPAN TERBIT DARI UFUK TIMUR
TAK INGIN MENGKHIANATI WAKTU
AKU BANGUN DENGAN MATA HATI YANG TERBUKA

KU AWALI HARI DENGAN MELIPAT TANGAN
BERDOA AGAR JALAN DILURUSKAN
PERASAAN DI HATI BERSORAK- SORAI
PRATANDA TUHAN MENDENGAR DARI SANA

SEPERTI BERJALAN DI ATAS ANGIN
CEPAT AKU SAMPAI DI PELUKAN
MEMANDANG MATANYA YANG INDAH
MENJINAKAN RINDU YANG MEMBERONTAK

BERDUA BERANGKAT MENYUSURI JALAN
RESTU IBU SELALU MENYERTAI
NISCAYA TAK ADA BAHAYA YANG MENGHAMBAT
YAKINI SEMUA AKAN BAIK-BAIK SAJA

Rabu, 02 Mei 2012

Penghormatan Abadi Untuk Seorang Ayah


Darahnya mengalir di nadiku
Pikirannya bergejolak di kepalaku
Apa yang dia rasakan                                                  
Hati ini bergetar untuk ikut merasa

Senang rasanya
Melihat kegembiraan menyelimuti hatinya
Duka rasanya
Melihat kesediahan menggores hatinya
Meluap- luap rasanya
Melihat amarah membakar hatinya

Aku hanya ingin mencoba terus disisinya
Apa yang dia minta, aku berusaha penuhi
Apa yang dia beri, aku berusaha menjaganya
Tak ingin dia kecewa karena aku

Tetapi ingin kusampaikan kepadanya
Bahwa aku juga manusia biasa
Penuh kekurangan berlumur kelemahan
Aku bisa jadi yang dia inginkan
Tapi aku tak bisa untuk menjadi sempurna

Terimakasih atas naunganmu selama ini
Melindungiku dari teriknya matahari
Semoga aku bisa jatuh di semak hijau
Sebagai buah yang manis
Tak menjadi buah yang busuk
Kemudian kering yang dibuang ke dalam api.

Jumat, 27 April 2012

MENTARI SETELAH BADAI






Janganlah terus kamu menundukan kepala
Tataplah mataku dan ceritakan semua isi hatimu
Biarkan matamu mengatakan semua kebenaran
Hilangkan semua keraguan yang menutupi sinarmu

Pancarkan cahaya cintamu
Biar aku bisa merasakan kehangatannya
Tunjukan cintamu kepadaku
Agar aku bisa merasakan betapa kuat getarannya

Mari kita merasakan panas dingin dunia bersama
Kepalkan tangan untuk menghalau teriknya siang
Dekap diriku untuk hilangkan dinginnya malam
Bersama kita selamanya untuk saling melengkapi

Bila kamu takut akan derasnya hujan
Mendekatlah padaku berdiri di sisiku
Akan ku ajari kamu menari di tengah hujan
Dan dengarkan irama petir yang mengiringi kita

Bila kamu takut akan amukan badai
Mendekatlah padaku berdiri di sisiku
Akan ku ajari kamu melayang tinggi di tengah badai
Dan rasakan hembusan angin yang menerpa

Memang badai tak akan selamanya
Mentari akan muncul dari timur dengan senyuman
Kupu-kupu kan berterbangan dengan indahnya
Dan dengarkan mereka menyanyikan lagu cinta kita

Rabu, 25 April 2012

Coba Bayangkan...


Bayangkan apa yang kau punya, menghilang entah kemana
Bayangkan apa yang kau dapat, pergi begitu saja
Dengan begitu kau akan lebih bersyukur
Menghargai apa yang sekarang ada.

Bayangkan kau tidak bisa mendengar suaranya lagi
Bayangkan kau tidak bisa melihatnya selamanya
Dengan begitu kau akan lebih bersyukur
Menghargai setiap keberadaannya.

Bayangkan tak ada senyuman lagi di wajahnya
Bayangkan tak ada candanya lagi yang terdengar
Dengan begitu kau akan lebih bersyukur
Menghargai apa yang patut kau hargai.

Sabtu, 21 April 2012

ADIL?


Sebenarnya apa yang orang pintar pikirkan?
tak bisa aku ikuti alur pemikiran mereka!
tidakkah mereka melihat keadaan kami
mengais-ngais tanah demi sebutir beras
bayi kami kurus kekurangan gizi
ironisnya, mereka hidup foya-foya
menghamburkan uang demi harga diri pribadi
kami berteduh di gubug yang dingin saat malam hari
mereka bersembunyi dalam kehangatan rumah megah
kami berjalan tanpa alas kaki di atas aspal yang panas
dan mereka lewat tanpa sapa di dalam mobil yang dingin
APAKAH ITU ADIL?

Minggu, 25 Desember 2011

Siksaan Hujan

saat ini hujan turun dengan derasnya
ditemani sang petir yang mengamuk
menyambar semua yang menantangnya
menambah suasana semakin mencekam

setiap tetesan air hujan yang menghempas tanah
seakan melamunkan bayangan tentang dirinya
membisikan cerita yang dulu pernah ada

luka yang membekas di hati terasa terbuka kembali
sakit dan perih membuat tangan tak henti gemetar
ku hanya tertunduk dengan mata terpejam
berusaha melawan siksaan hujan ini

terdengar suara petir yang menggelegar di angkasa
membangunkanku dari siksaan menyakitkan ini
akhirnya ku tersadar untuk menyadari
bahwa dirimu tak disisiku lagi




(di kamar..sendiri...saat hujan derasssss...)