welcome

Sabtu, 03 Agustus 2013

STOP TRESPASSING

IF YOU BELIEVE IN WHAT YOU SAY
SO BE BRAVE TO PROVE IT
BEFORE I THINK
YOU ARE BULLSHITTING
IT’S OUR BUSINESS
YOU DON’T HAVE RIGHT
TO MESS IT UP

I WALK IN MY WAY
YOU WALK IN YOUR OWN WAY
DON’T CROSS THE BORDER
STOP TRESPASSING

IF IT HAPPENS ONCE AGAIN
I’LL SHOOT YOUR BRAIN
I’LL BLOW YOUR LUNGS
WITH MY DIRTY FIST
UNTIL SMOKES COME OUT FROM YOUR MOUTH

YOU SAY I AM A FOOL
I SAY YOU’RE A JERK!
IT’S BETTER YOU SHUT UP
I DON’T WANNA HEAR ANY WORDS
FROM YOUR SMELLY MOUTH!

Jumat, 02 Agustus 2013

ANJING- ANJING MALAM

Debu- debu berserakan di tanah
Di injak- injak oleh anjing- anjing malam
Mereka adalah si buas yang berburu darah
Matanya tajam memerah melihat ke atas
Seakan memaki bulan yang menyala

Taring meruncing dan berliur
Aku dengar setiap tetesan air liur mereka
Geraman mereka melumpuhkan keberanian
Cahaya bintang mulai hilang kesaktiannya
Seperti  terselimuti bulu- bulu hitam mereka

Langit menghitam dengan cepat
Lebih hitam dari matahari
Kelam dan sunyi
Api unggun mati dengan sendirinya
Membuat mereka bersorak lebih keras

Rantai berkarat menghentikan aliran darah
Lumut di dinding mulai menjalar ke kulit
Masuk di setiap pori- pori
Menciptakan jeritan keras
Yang terdengar sampai ke “London Eye”

Hidup yang terkekang
Tak bisa kau sebut hidup lagi
Sebenarnya kau telah mati
Hanya nyawamu yang terjebak
di ragamu yang memucat dan menua
JAngan menyimpan rantai di rumahmu
Bila kau tak ingin terjerat oleh rantai itu

Selasa, 30 Juli 2013

FATAMORGANA

Ternyata ini hanya fatamorgana
Gemerlapan hilang tersapu oleh angin
Hanya ada aku terkapar tak berdaya penuh luka
Genggam tanganku yang penuh darah ini, Kawan
Genggam erat sampai kau dengar tulangku berbunyi
Supaya aku tetap tersadar menatap langit

Peluk tubuhku yang hitam legam terbakar matahari
Tolong halau sinarnya agar aku tak semakin terbakar
Antar aku kembali dimana aku seharusnya berada
Hancurkan kompasmu, percayalah pada nalurimu
Seret aku jika aku tak mampu lagi berjalan
Banting saja aku bila ototmu menjerit kelelahan

Bila mataku terpejam, aku hanya tertidur
Bila nadiku sudah tak berbunyi
Kau tau apa artinya itu, Kawan
Bakar aku disitu sampai aku menjadi abu
Biarlah abuku beterbangan di udara
Tinggi sampai ke langit mendekati bulan
Dan dihempaskan kembali ke bumi
Ke kaki ibuku untuk memohon ampun.

Kamis, 04 Juli 2013

MAAF DAN TERIMAKASIH SUPERMOON (English Version)

I couldn’t see your face at that night
However I could imagine your beauty
We didn’t have any chance to meet
But I’m glad you came

Thanks to brighten my dark night
Your shine decorates the sky
Please come back soon, Supermoon
Please come back in another night

Kamis, 27 Juni 2013

GOD BLESS THE KING

Alkisah ada sebuah cerita yang menggambarkan betapa dekatnya Tuhan dengan manusia. Namun seringkali kita sebagai manusia tidak menyadari hal itu. Dan tidak jarang pula kita memaksa diri bahwa rencana manusia adalah yang terbaik daripada rencana- Nya. Cerita dibawah ini akan menggambarkan bukti bahwa pendapat itu merupakan kesalahan terbesar dan mengingatkan kita bahwa rencana Tuhan adalah yang terbaik untuk manusia.
Alkisah ada seorang raja yang gemar berburu binatang di hutan. Dia selalu ditemani oleh pengawal setianya. Kebetulan pengawal setianya itu senang berucap, “Apapun yang terjadi, inilah yang terbaik”. Sang raja menyukai pengawal itu karena dianggap sangat bijaksana dengan selalu berkata seperti itu. Suatu saat sang raja berkelana di hutan dengan pengawalnya itu untuk berburu rusa. Setelah berjam- jam berburu, binatang yang didapat hanyalah seekor babi hutan, terlintas kekecewaan di raut muka sang raja, namun pengawalnya berkata, “Apapun yang terjadi, inilah yang terbaik”. Kemudian mereka pulang ke istana dengan membawa hasil buruan apa adanya. Keesokan harinya, mereka kembali ke hutan untuk berburu rusa. Tetapi lagi- lagi yang didapat jauh dari harapan, panah sang raja hanya mengenai seekor kelinci. Raja kecewa lagi karena belum bisa mendapat buruan yang diinginkan. Seperti biasa pengawal ini berkata hal yang sama, “Apapun yang terjadi, inilah yang terbaik, Tuan.” Walaupun kecewa dengan hasil tangkapannya, sang raja hanya mengangguk setelah mendengar ucapan pengawalnya itu dan kembali ke istana.
          Pada hari berikutnya, sang raja berniat kembali ke hutan dan tak tanggung- tanggung ia bertekad untuk mendapatkan buruan seekor harimau. Sungguh ambisi yang begitu besar yang muncul di hati sang raja kali ini. Seperti biasa, pengawalnya selalu ada di belakangnya. Mereka menelusuri hutan selama berjam- jam namun buruannya tak juga tampak. Akhirnya sang raja kelelahan dan memutuskan untuk beristirahat sejenak. Disaat mereka beristirahat di balik sebuah pohon yang teduh, secara tiba- tiba seekor harimau buas muncul dan menerkam sang raja. Raja terkejut dan berusaha mati- matian melawan terkaman harimau buas itu. Pengawalnya pun juga berusaha sekuat tenaga melepaskan rajanya dari amukan harimau itu. Akhirnya, pengawal itu berhasil melukai, memukul mundur harimau dan membebaskan rajanya. Namun sang raja terluka parah, si pengawal melihat kaki raja yang berlumuran darah dan di ketahui jempol kakinya putus karena amukan sang harimau. Sang raja saat itu langsung jatuh pingsan karena banyak mengeluarkan darah. Ia harus segera dilarikan kembali ke istana untuk mendapatkan perawatan intensif. Setelah siuman, sang raja pun mengetahui bahwa ia sudah kehilangan jempol kaki kanannya. Ia merasa kecewa dan sedih, buruan tak di dapat malah harus kehilangan salah satu bagian tubuhnya. Kemudian, pengawalnya menghampirinya dan berkata, “Apapun yang terjadi, itulah yang terbaik, Tuan.” Mendengar ucapan pengawal itu, sang raja yang sedih itu berubah menjadi marah dan menyuruh pengawal itu keluar ruangan dan membiarkan sang raja sendirian.
          Selang beberapa hari, sang raja sudah merasa kuat untuk kembali berburu di hutan. Namun kali ini tanpa sepengetahuan orang- orang istana termasuk pengawal setianya. Dia berjalan mengendap- endap keluar istana supaya tidak ada yang mengikutinya ke hutan. Sesampainya di hutan, sang raja memulai aksi perburuannya. Lagi- lagi setelah berjam- jam, tak satupun buruan didapatnya. Kemudian ia berteduh di sebuah pohon besar untuk sejenak beristirahat. Tidak disangka, beberapa orang pedalaman muncul dan mengepung  sang raja. Mereka tampak tidak bersahabat. Sang raja berusaha berkomunikasi untuk meyakinkan mereka bahwa ia hanya lewat untuk berburu binatang. Namun mereka tidak mengerti bahasa yang digunakan sang raja. Mereka kemudian dengan bringas menyergapnya dan dibawa ke pemukiman suku pedalaman. Kemudian sang raja dihadapkan kepada kepala suku. Orang- orang pedalaman itu berniat untuk menjadikan raja sebagai korban persembahan bagi para dewa. Raja itu diikat dan siap untuk dikorbankan. Namun kepala suku melihat hal yang tidak biasa pada tubuh raja itu. Kepala suku menyadari bahwa tubuh raja itu tidaklah sempurna karena salah satu bagian tubuhnya tidak ada. Jempol kaki kanannya telah hilang. Maka raja itu tidak layak dijadikan korban persembahan bagi para dewa. Kemudian raja itu dilepaskan dan dibebaskan begitu saja. Ia berlari keluar hutan dan berhasil kembali ke istananya. Sesampainya di istana sang raja menceritakan semua kejadian yang menimpanya kepada istrinya dan para pengawalnya. Sang raja merasa sangat lega dan senang karena bisa kembali dengan selamat walaupun sempat ditahan oleh suku pedalaman. Sering terlihat tawa sang raja saat bercerita pengalamannya itu. Pengawalnya kemudian menghampiri sang raja dan berkata “sudah kah tuan bersyukur atas keselamatan yang tuan terima? Semua peristiwa yang tuan alami adalah rencana Tuhan yang terbaik. Coba bayangkan bila tuan mengajak hamba berburu, pasti hambalah yang akan ditahan oleh orang pedalaman itu dan dijadikan korban persembahan karena hamba mempunyai organ tubuh yang lengkap. Terpujilah Tuhan atas semua kehendak-Nya.”  Sang raja itu termenung dan baru menyadari apa yang sering dikatakan pengawalnya, bahwa yang terbaik adalah kehendak Tuhan, bukan kehendak manusia.

Rabu, 26 Juni 2013

SI BESAR OMONG DAN OMONGAN BESARNYA

Omonganmu besar
Benar atau salah, aku tak tahu
Aku tak butuh itu
Aku hanya butuh bukti nyata
Bukan bualan kosong

Kita bersahabat
Dari dulu sampai sekarang
Tubuhmu memang menua
Namun kepalamu berpikir sama
Tidak pernah berubah

Sebelum perkataan itu terbukti
Aku tetap anggap itu sebagai omong kosong
Jangan sampai itu berlanjut jadi kebohongan
Belum terlambat untuk buktikan
Aku akan menunggu
Untuk membuat aku percaya

Selasa, 25 Juni 2013

MAAF DAN TERIMAKASIH SUPERMOON

Walaupun aku tak melihatmu
Namun aku bisa bayangkan keindahanmu
Kita memang tak sempat bertemu
Tetapi aku senang engkau telah datang

Terimakasih telah menghiasi langit malam
Terangmu telah menerangi gelap malamku
Jangan tinggalkan bumi terlalu lama
Datanglah lagi di lain malam