welcome

Minggu, 04 November 2012

KEJI DAN BENAR


robohkan setiap sarang kegelapan
tiupkan cahaya penerang ke segala penjuru
supaya setiap perilaku tikus-tikus got terlihat jelas
kebusukan akan tersorot oleh semua mata

kekejian dan kebenaran masih menjadi misteri
kebenaran seharusnya bukanlah kekejian
tetapi kekejian adalah keadaan yang dianggap benar saat ini
kita seperti berdiri di bawah bayangan kelam
tak sadarkan diri mengikuti jejak- jejak itu

kita memikul tugas dan amanat berat
kita harus memecahkan rantai kekejian itu
selamatkan bangsa yang terseok- seok ini
segala cara harus digalakan ramai-ramai

enyahkan mereka dengan siasat jitu
bongkar setiap rencana busuk dari otak mereka
wujudkan dunia tanpa tawa picik mereka
ciptakan keadaan indah dan lebih baik untuk bangsa.

Rabu, 17 Oktober 2012

PENONTON VS IBU


Api membara dari rumah ke rumah. Terlihat banyak orang berusaha memadamkam si jago merah dengan berbagai cara. Ada yang mondar- mandir dengan paniknya melawan api. Tak perduli panasnya api bisa melelehkan kulit mereka. Mereka berhasrat mematikan api sebelum membesar dan menyambar ke rumah lainnya. Walaupun terkadang usaha mereka seperti menjaring angin. Air seember tak sebanding dengan kuatnya api yang begitu besar. Terkadang air yang mereka siramkan tak sampai ke sumber api. Namun yang terpenting mereka sudah berusaha.
Di sisi lain, ada orang- orang yang hanya jadi penonton. Mendekati api pun mereka enggan. Mereka hanya berani melihat api yang membara dari kejauhan di tempat yang terasa aman. Mencari tempat yang strategis dengan sudut pandang yang terbaik untuk melihat peristiwa langka ini. Tak jarang mereka tertawa kagum melihat api yang semakin membesar. Mereka seperti mendapat hiburan gratis penghilang stress. Tak heran mereka berfoto-foto berlatarbelakangkan api merah yang mengamuk. Api yang semakin membesar sebanding dengan tingkat kegirangan mereka. Mereka terkesan acuh, bahkan sebenarnya merekalah yang menghambat pemadaman api, sang regu pemadam yang datang harus terhalang oleh kerumunan penonton.
Terlihat juga ada seorang ibu yang meronta-ronta dan menjerit histeris di sekitar api. Banyak orang yang menahan ibu itu. Tak jarang ibu itu terhempas  ketanah mengikuti air matanya yang terjatuh. Sesekali ibu itu lolos dari cengkram orang- orang dan menuju ke api itu. Entah apa yang dipikirkan oleh sang ibu itu. Begitu beraninya dia ingin menerobos ke rumahnya yang sudah menjadi dinding api. Beruntung dia masih terkejar dan tertahan lagi. Perlawanan terus dia lakukan untuk masuk ke api itu. Tak berdaya dia lemas di tepi api yang panas. Dia terpaksa menunggu sang api puas menghancurkan rumahnya jadi puing- puing berasap.  Akhirnya semua rata dengan tanah. Tim SAR menulusuri puing- puing dengan hati- hati. Sampai akhirnya tim SAR membawa kantong mayat dari bawah puing- puing. Diketahui mayat itu adalah bayi dari ibu yang meronta- ronta tadi. Terjawab sudah kenapa ibu itu ngotot ingin menembus api. Itu karena ada sesuatu yang berharga di dalam api itu. Ada sesuatu yang tak berdaya dan butuh bantuan di dalamnya.
Ini adalah ilustrasi yang terpapar untuk mengingatkan kita akan hal yang berharga di sekitar kita. Tentunya banyak hal yang berharga di sekitar kita baik yang kita sadari maupun tidak. Namun marilah kita fokus pada lingkungan hidup. Apa artinya kita sebagai manusia tanpa lingkungan hidup atau yang sering kita sebut sebagai “sang alam”. Namun manusia sering lupa akan jasa- jasa yang diberi oleh sang alam. Banyak kita lihat di kota kita masing- masing. Pohon- pohon dirobohkan hanya untuk proyek pelebaran jalan dan pembangunan gedung- gedung untuk kepentingan meraup uang. Semua tergantung kepada kalian semua. Ingin jadi “penonton” yang hanya melihat pepohonan ditebang secara membabi buta tanpa melakukan apa- apa, atau ingin menjadi seorang “ibu” yang merasa ada sesuatu yang sangat berharga untuk diselamatkan. Ingatlah, hanya perlu beberapa menit untuk merobohkan pohon, namun perlu diketahui kita butuh waktu bertahun- tahun untuk membesarkan satu pohon.
SAVE OUR TREES.

Rabu, 29 Agustus 2012

Teka- teki Kehidupan



Kehidupan penuh dengan misteri
Tak ada satu pun yang bisa menebak
Apa yang akan terjadi di hari esok
Akan kah datang bencana
Atau kah akan datang pesta pora

Manusia hanya bisa meraba-raba tentang hari esok
Mungkinkah datang kesedihan
Yang memaksa kita untuk menangis
Atau mungkinkah akan datang sukacita
Yang menuntun kita untuk tertawa

Semua masih tertutup rapat
Dan menjadi sebuah teka-teki kehidupan.

Selasa, 21 Agustus 2012

Waktu Tak Akan Kembali


Waktu itu di kala matahari masih bersinar dengan sendu. Aku duduk termenung di antara tembok-tembok kamar yang menatap tajam diriku. Jendela bak menutup rapat kebeningannya, menghalangi sinar penerang masuk kedalam. Pintu seakan mengunci rapat- rapat dan menutup setiap rongga kecil sehingga tak ada kemungkinan bagiku untuk keluar. Lalu aku menatap jam yang tergantung di tembok, wajahnya pucat dan kaku. Entah kenapa kedua bola mataku tak bisa berpaling memandangnya. Aku dengar dia bersuara, pelan tapi pasti, “TIK…TIK…TIK…TIK…”. Suara itu menambah risau hatiku. Terlintas sekejap di pikiran, “Apakah detik waktu itu bisa berhenti sejenak menungguku? Apakah detik waktu itu bisa kuputar kembali ke masa- masa yang aku inginkan?” Namun jam tembok itu tak menjawabnya, dia tetap menggerakkan setiap detik waktu tanpa menghiraukan setiap pertanyaanku tadi. Dia tidak memperlambat detiknya dan juga tidak mempercepatnya. Namun, tak lama aku mendengar suara detik itu semakin keras, berusaha membangunkanku dari lamunan dan dari pertanyaan-pertanyaan bodohku. Dan aku berhasil tersadar, aku telah menyia-nyiakan waktu berdetik-detik hanya untuk memandang waktu yang terus bergulir tanpa melakukan sesuatu yang berguna. Walaupun pertanyaanku tak terjawab, tetapi aku yakin bahwa “WAKTU TAK AKAN KEMBALI”.

Senin, 20 Agustus 2012

TEMANGGUNG - AMBARAWA - SALATIGA


Temanggung - Ambarawa - Salatiga
Rute perjalanan yang penuh distorsi
Dimana bahaya sewaktu-waktu melirik
Siap menerkam tak pandang bulu

Pacu roda dua kecepatan tinggi
Melibas jalanan hempaskan debu
Berpacu dengan angin dan waktu
Pandangan kedepan pantang berkedib

Tak mengenal lelah maupun lengah
Aku tempuh dengan gagah berani
Demi mengejar ilmu, cinta dan cita
Untuk masa depan yang lebih cerah

THE ANTHEM


Luapan jiwa yang bergejolak
Tak mampu mereka dengarkan
Ide yang meledak- ledak di dalam otak
Memaksa coretan ini jadi pelampiasan

Mencoba mengabadikan setiap momen
Walaupun aku tahu tak akan ada yang abadi
Mencoba menorehkan semuanya yang terasa
Dalam sebuah tulisan yang lugas dan berani

Setiap coretan berbeda cerita
Tak akan pernah ada yang sama
Setiap puisi berbeda makna
Sesuai apa yang sedang hati rasakan

Aku bercerita tentang apa yang terjadi di sekitar
Kemudian melontarkan peluru- peluru kritik
Kepada mereka yang perlu tamparan untuk sadar
berharap mereka bertekuk lutut dan kembali membela rakyat

Menantang mereka demi sebuah keadilan
Itulah salah satu tujuan coretan ini
Membuat mereka gusar dan gelisah
Memaksa mengigit lidah mereka sendiri dan mati

Aku juga bercerita tentang eksotika cinta
Dimana aku terbang di tengah- tengah awan
Memandang rembulan yang tersenyum
Menikmati sinar bintang yang bertebaran

Aku bercerita tentang lika-liku kehidupan
Dimana roda pasti terus berputar
Menjalani sisa hidup dengan penuh syukur
Memandang hari esok dengan mata terbuka

Aku bercerita tentang pedasnya mengenal cinta
Belajar mengerti arti kata cinta
Memahami rasa tersiksa karena rindu
Melampaui batas pikiran anak Adam

Setiap kata keluar apa adanya
Seirama dengan apa yang terjadi
Percayai tak ada yang kekal di dunia
Namun berharap coretan ini bisa melegenda

Sabtu, 18 Agustus 2012

SARAPAN PAGI


NIKMATNYA SARAPAN DI PAGI HARI
SETELAH TERSADAR DARI INDAHNYA MIMPI
SAATNYA KEMBALI KEPADA REALITA HIDUP INI
AKU MENCOBA SISINGKAN LENGAN DAN JAJAKI
KEHIDUPAN SEKARANG DAN MASA DEPAN YANG PENUH MISI
TAK INGIN BIARKAN KREAVITAS DI DALAM OTAK MATI
LAKUKAN SESUATU DAN BERKARYA DI USIA DINI
BERHARAP SEMUA KARYAKU DAPAT DIHARGAI